Tag: Messi

Berdebat Soal Cristiano Ronaldo vs Lionel Messi Sudah Mulai Membosankan

Cristiano Ronaldo baru saja membuktikan kemampuannya ketika mencetak hattrick untuk timnas Portugal pada laga melawan Swiss di semifinal UEFA Nations League (UNL). Di usia 34 tahun, Ronaldo masih bisa mencetak trigol untuk mengantarkan Portugal ke partai puncak dengan kemenangan 3-1.

Seperti biasa, sesaat setelah Ronaldo melakukan sesuatu yang luar biasa, nama Lionel Messi selalu disebut. Begitu pun sebaliknya, ketika Messi membuktikan keajaibannya, Ronaldo juga jadi bahasan.

Situasi itu disebabkan oleh kemampuan keduanya sebagai pemain terbaik di dunia. Selama 15 tahun terakhir, hanya dua pemain itu yang berada di puncak piramida sepak bola. Mereka saling mendorong satu sama lain.

Nahasnya, fans mereka masing-masing yang tampaknya terlalu berlebihan. Entah mengapa, perdebatan (terkadang sampai pertengkaran) soal yang lebih baik dari keduanya tidak pernah berhenti.

Fans Ronaldo ngotot menyebut idolanya sebagai pesepak bola terbaik di dunia, argumen ini diperkuat dengan kemampuan lengkap Ronaldo: kaki kanan, kaki kiri, sundulan, tendangan bebas, penalti, sebut saja.

Di sisi lain, fans Messi juga menyombongkan idola mereka sebagai pemain terbaik sepanjang masa. Bagi mereka, Messi adalah dewa sepak bola yang selalu tampil ajaib di setiap kesempatan.

Seharusnya memuji salah satu bukan berarti menjelekkan yang lain. Mendukung Ronaldo tidak harus mencela Messi, dan memuji Messi tak perlu sambil menghina Ronaldo. Namun, dasar fans sepak bola, fanatisme yang luar biasa terkadang membutakan penilaian mereka.

Pendapat ini dilontarkan oleh analis ESPN FC, Craig Burley. Dia mengaku sudah bosan mendengar perbandingan kedua pemain ini. Alih-alih, mengapa tidak menikmati permainan mereka selagi bisa? Toh tak lama lagi mereka akan pensiun.

Burley memahami bagaimana rasanya jadi pendukung fanatik. Dia tahu betul bahwa level Ronaldo dan Messi memang luar biasa, jauh di atas pemain-pemain hebat lainnya.

Biar begitu, dia merasa membandingkan kedua pemain ini tidak ada gunanya. Ketika fans mereka bertengkar, Ronaldo dan Messi justru saling menaruh respek dan diam-diam mengakui kemampuan satu sama lain.

“Saya akan berkata jujur, jika hidup anda selalu berputar soal perdebatan siapa yang lebih baik di antara dua pemain hebat ini [Ronaldo dan Messi], anda harus melihat diri anda sendiri di depan cermin (mawas diri),” tutur Burley.

“Ketika Liverpool mengalahkan Barcelona pada laga luar biasa di Anfield lalu, hal pertama yang dibicarakan adalah: ‘Jadi, seberapa bagus Lionel Messi sekarang?’.”

“Betapa membosankannya itu bukan?” tandasnya.

Burley ingin menyadarkan fans sepak bola mana pun untuk menikmati permainan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi selagi mereka masih merumput.

Argentina Berusaha Keras Supaya Lionel Messi Tidak Tertekan

Prediksi99.com – Bek kiri timnas Argentina, Nicolas Tagliafico menyebut timnya sedang berusaha melepaskan Lionel Messi dari tekanan berlebih jelang Copa America 2019 Brasil. Dia yakin peluang terbaik Argentina jadi juara adalah dengan membiarkan Messi menikmati permainannya.

Messi masih berusaha meraih trofi pertamanya untuk tim senior Albiceleste. Dia sudah pernah gagal di tiga final Copa America dan satu final Piala Dunia sepanjang kariernya.

Pemain berjuluk La Pulga ini bahkan pernah mengambil langkah esktrem dengan pensiun dari timnas. Namun, pada akhirnya rasa tanggung jawab membuat dia kembali untuk membuktikan diri.

Messi tak pernah terhindar dari kritik Argentina. Dia dianggap legenda di Barcelona, tetapi dianggap sebagai kegagalan di negaranya sendiri. Sebab itu, Messi sering berada dalam posisi tertekan setiap kali mengenakan kostum kebanggaan Argentina.

“Rasanya sulit bermain melawan dia [Messi] dan menjadi poin plus tersendiri melihat dia dalam tim anda. Kami harus bekerja keras supaya dia terhindar dari tekanan yang berlebih dan membiarkan dia untuk menikmati banyak hal,” ujar Tagliafico kepada Goal internasional.

“Kami akan mencoba menjalani Copa America yang hebat tetapi kami tidak berpikir soal jadi juara. Kami hanya ingin menunjukkan permainan terbaik kami.”

Biarpun demikian, Tagliafico menegaskan ajang Copa America 2019 ini akan jadi langkah awal Argentina.

Argentina sekarang sedang memulai babak baru bersama Lionel Scaloni. Banyak pemain muda yang dipanggil dalam tim senior, juga pemain-pemain yang sebelumnya terabaikan. Alhasil, Tagliafico menyebut target mereka kali ini bukan jadi juara.

“Kami semua punya mimpi untuk jadi juara tetapi kami sedang dalam masa transisi dan tujuan utamanya bukanlah jadi juara, melainkan menciptakan tim yang bagus dan mampu melakukan segalanya demi meraih gelar,” sambung Tagliafico.

Copa America 2019 bakal dimainkan di Brasil pada 7 Juni sampai 14 Juli mendatang. Sebagai tuan rumah, Brasil dianggap favorit, tetapi Copa America beberapa tahun terakhir lebih condong pada tim-tim kejutan.

Sumber : Bola.Net